anak terlambat bicara

Anak Anda Terlambat Bicara Pada Usia-usia Ini? Waspadalah

Anak Terlambat Bicara Pada Usia-usia Ini? Waspadalah, Anda Harus Mengetahui Ini – Tentu ibu-ibu akan resah dan gelisah jika tumbuh kembang anak tidak diimbangi dengan bisa mulai bicaranya. Untuk itu, sudah saatnya Anda mengetahui kondisi keterlambatan berbicaranya anak pada usia-usia ini.

Setiap orang tua pasti menginginkan anak dengan tumbuh kembang yang sehat. Melihat dengan perkembangan mereka  baik secara emosional, aspek fisik, secara sosial, itu semua merupakan dambaan setiap orang tua kepada anak.

Salah satu hal atau parameter penting perkembangan anak adalah perkembangan berbicara.

Kenapa perkembangan berbicara dan bahasa? Benar, karena salah satu bukti tidak terganggunya gangguan saraf dan otak adalah salah satunya anak sudah bisa bicara dan berbahasa, selain itu juga membuktikan bahwa anak yang pada usia tertentu belum bisa berbicara dan berbahasa adalah bisa juga mengakibatkan gangguan kemampuan belajar dan tingkah laku.

Oleh sebab itu, sangat penting bagi orang tua unytk lebih bisa mengenali kapan anak dicurigai megalami keterlambatan berbicara. Hal ini berguna agar orang tua bisa menangani masalah ini dengan secepat dan sedini mungkin.

Oleh karena itu penting bagi setiap orangtua untuk mengenali kapan anak perlu dicurigai mengalami keterlambatan bicara, sehingga bisa ditangani sedini mungkin.

Untuk itu Anda sebagai orang tua yang jeli hendaknya mengetahui pemahaman-pemahaman di bawah ini, agar tidak terjadi susuatu yang tidak Anda inginkan oleh buah hati Anda. Seperti :

  1. Anak berumur 12 bulan belum dapat mengoceh atau meniru bunyi

Secara normal, anak yang sudah mulai berumur pada usia 4-6 bulan dan 12 bulan sewajarnya sudah bisa mengatakan kata-kata “papapa” atau “mamama”, selain itu sudah bisa mengintruksikan hal lain yang sederhana, atau misalnya memberi sapaan.

  1. Anak berumur 18 bulan belum dapat menyebutkan satu kata yang memiliki arti

Ketika pada usia 18 biasanya anak akan memiliki perbendaharaan 6-10 kata yang memiliki arti.

  1. Anak berumur 24 bulan (2 tahun) memiliki perbendaharaan kata kurang dari 10 jenis kata

Seyogyanya anak pada usia ini bisa mengucapkan berbagai kata hingga 300 kata, walaupun beberpaa konteksnya belum jelas, selain itu mampu mengucapkan atau menggunakan 2-3 frase, dan sudah bisa menggunakan kata saya.

  1. Anak berumur 30 bulan hingga 3 tahun belum dapat merangkai dua kata

Ketika pada usia ini seharusnya anak sudah bisa bertanya dengan suatu pertanyaan dengan kalimat yang cukup panjang, dan tentu kalimat yang sudah jelas dan bisa dipahami.

Itulah beberapa tanda-tanda yang bisa mengarahkan kita pada kecurigaan terjadinya keterlambatan bicara anak. Dari mengetahui hal dan beberapa informasi tersebut kita bisa mengetahui dan mengambil penanganan yang lebih cepat.

Intinya secepatnya konsultasikan kepada dokter anak atau melakukan terapi bila diketahui atau ditemukan kondisi yang menyerupai indikasi-indikasi di atas.

Demikianlah tanda-tanda yang dapat mengarahkan kita pada kecurigaan terjadinya anak terlambat bicara. Dengan mengetahui informasi tersebut, kita dapat mendeteksi dan merencanakan penanganan secepatnya. Segeralah berkonsultasi pada dokter Spesialis Anak bila ditemukan kondisi yang menyerupai indikator diatas.

462 total views, 0 views today

penyakit pikun

Mencegah Penyakit Pikun Dengan Brain Game

Permainan saat ini yang sangat populer adalah permainan otak atau yang biasa disebut dengan brain game. Permainan ini jenis ini diklaim sebagai permainan yang mencegah munculnya penyakit demensia atau pikun.

Yang dinamakan dengan demensia adalah di mana kondisi seseorang yang mengalami gangguan proses mengingat dan berfikir.

Demensia bisa dikatakan bukan termasuk penyakit apa-apa, namun disebut sebagai gejala dari kondisi penyakit tertentu. Namun menurut para pakar kesehatan bahwa demensia disebut sebagai dari alzheimer dan gangguan pada pembuluh darah.

Dari beberapa penelitian mengatakan bahwa orang yang setiap harinya menjalani hidup dengan monoton, maksudnya jarang menggunakan kinerja otak untuk berfikir akan lebih cepat dan mudah mengalami penurunan fungsi kognitif dan kinerja otak dimasa tua. Sehingga mudah terkena penyakit pikun.

Dari hasil sebuah penelitian inilah maka beberapa pihak yang mengatakan bahwa brain game adalah sebagai solusi untuk tetap menjaga fungsi otak.

Namun beberapa pernyataan terakhir dari beberapa peneliti mengatakan bahwa permainan otak sejenis ini tidak serta merta mencegah demensia termasuk juga mencegah penyakit alzheimer. Karena penyakit alzheimer termasuk dalam kategori bersifat genetik dan degeratif yang sebenarnya dipengaruhi oleh beberapa hal termasuk lingkungan dan gaya hidup.

Ini bisa menjadi kesimpulan bahwa tidak semua orang dapat mengidap alzheimer, hanyalah orang-orang rentan yang berpotensi mempunyai penyakit ini. Apalagi dalam keluarga ada riwayat yang mempunyai penyakit seperti down syndrome, penyakit pembuluh darah dan amyotrophic lateral sclerosis.

brain-games1

Berkaitan dengan hal ini melatih otak dengan permainan atau game dengan menggunakan otak diklaim juga mampu memberikan fungsi positif yaitu berupa kognitif otak, kemampuan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dan konsentrasi, hal ini cukup diyakini walaupun kegunaannya dalam jangka panjang untuk mencegah munculnya demensia belum terbukti secara ilmiah.

Di bawah ini ada beberapa jenis kegiatan atau permainan yang cukup diyakini bisa melatih serta menjaga agar otak tetap aktif. Diantaranya :

  • Kegiatan menulis dan membaca, baik itu novel, buku, koran dan berbagai jenis tulisan lain.
  • Permainan angka, mengisi teka-teki silang atau berbagai mainan lain yang mendorong mengasah otak.
  • Belajar mempelajari bahasa baru.
  • Kegiatan mengunjungi museum.
  • Melihat dan mendengarkan berita.
  • Berlatih dan mendengarkan alat musik.
  • Melakukan kegiatan sosial atau berinteraksi dengan lingkungan sosial.

Selain melakukan dan mencoba hal di atas hendaknya Anda juga melakukan pola hidup sehat setiap hari. Anda bisa memulai olahraga secara rutin, bisa memakan makanan yang mengandung nutrisi, menghindari stres, istirahat cukup, tidak merokok, tidak minum alkohol, olahraga secara teratur, menghindari trauma kepala, menghindari gangguan segala hal yang berbau psikologis dan menjaga kesehatan pembuluh darah.

Benar, segala aktivitas yang penulis beritahukan kepada Anda di atas belum tentu dengan total menjamin Anda terhindar dari ancaman demensia. Namun yang perlu digaris bawahi adalah kegiatan-kegiatan tersebut bisa meningkatkan fungsi kognitif, kesehatan otak serta konsentrasi  Anda.

Maka dari itu, biasakan bermain-main dengan otak Anda agar kinerjanya tidak menurun. tidak mudah terserang penyakit pikun. Lagi pula, siapa yang tidak ingin memiliki otak cerdas dan sehat hingga tua nanti?

728 total views, 0 views today

generasi platinum

Menyiapkan Generasi Platinum Untuk Hadapi Tantangan Global

Bagaimana Cara Menyiapkan Generasi Platinum dalam Hadapi Tantangan Global? Generasi platinum itu siapa saja? Iya, sebutan anak generasi paltinum merupakan sebutan mereka yang lahir pada awal abad 21, lebih tepatnya adalah yang lahir pada tahun 2000.

Yang lahir pada tahun tersebut adalah generasi disaat teknologi sudah cukup maju, sehingga untuk mengembangkan, mengakses dan memanfaatkan informasi dengan mudah.

Jadi generasi platinum akses kehidupannya lebih mudah, jadi untuk berkembang dan mencari informasi apapun sangat mudah dan dengan mudah menjadikannya pribadi yang berkualitas serta produktif.

Bisa dikatakan sebagai generasi platinum merupakan warga dunia yang multi bahasa, multi disiplin dan multi talenta. Jadi untuk menjawab tantangan gobal ini generasi platinum harus bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan bisa tampil memikat di negeri orang lain.

Dan untuk memiliki karakter dan kinerja moral di atas rata-rata diharuskan generasi platinum dilevel global. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaiamana generasi tersebut mampu menghadapi tantangan global?

Salah satu yang menunjang keadaan yang baik bagi anak-anak adalah susu. Benar, ini sebagai pelengkap nutrisi harian bagi pertumbuhan kecerdasan dan fisik anak. Karena secara bukti susu kaya akan nutrisi dan kalsium. Protein sangat dibutuhkan supaya tubuh bisa bekerja dengan baik, memperbaiki diri dan bertumbuh dengan baik.

Sedangkan kegunaan kalsium adalah sangat diperlukan untuk pembentukan kuat gigi, tulang dan juga mempunyai peran penting pengembangan otak.Selain itu kalsium menjadi penghantar sinyal antara saraf otak dan bertanggung jawab sebagai penyimpan dan pengingat memori.

Ingat, kesiapan fisik saja tidak cukup, namun kesiapan sosio emosional dan intelektual juga harus dibangun sedini mungkin. Stimulasi kecerdasan dengan memposisikan generasi platinum sesuai pada lingkungan kondusif dan positif, hal ini diharapakan agar anak mencapai tumbuh kembang yang optimal. Selain itu juga menjadikan anak cerdas, sehat, bisa mengelola emosi dan bisa peka terhadap lingkungan sosial.

Untuk itu mari kita siapkan generasi platinum agar kelak generasi kita bisa dan mampu menghadapi tantangan global. Langkah awal yang perlu kita cermati adalah menciptakan generasi platinum yang berkualitas. Selain itu dukungan dukungan pendidikan dan gizi yang penting.

1,149 total views, 0 views today